Budaya Sambatan Masih Lestari di Karangrejek

Operator Desa 20 Februari 2025 09:51:54 WIB

Karangrejek (SID)—Kurang lebih dua minggu belakangan ini ribuan warga Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta tengah disibukkan dengan adanya aktivitas sambatan di bidang pertanian.

Silih berganti mereka saling bahu membahu untuk memanen padi di ladang. Dengan semangat gotong royong yang tinggi, sambatan telah mengakar sejak zaman dulu dan turun temurun di Karangrejek.

Seperti halnya terlihat di wilayah Padukuhan Karangduwet 1 RT 18, sambatan masih kental dilakukan oleh puluhan warga, khususnya yang berprofesi sebagai petani. Seolah tanpa rasa lelah, nyaris setiap hari mereka bergantian saling saling bantu untuk menyelesaikan panen raya padi.

“Iya memang dari dulu sambatan sudah menjadi budaya di sini. Alhamdulillah warga masih menjunjung tinggi semangat guyub rukun sampai sekarang,” kata Ketua RT 18, Suharyono disela sambatan panen padi milik Kang Suyatno di Alas Ndemit, Kamis (20/02/2025).

Di 6 padukuhan lain di Kalurahan Karangrejek, sambatan juga berlangsung sejak awal bulan Februari 2025. Hasil panen padi petani Karangrejek sebagian besar dimanfaatkan untuk stok ketahanan pangan keluarga hingga satu tahun kedepan.

Pj. Lurah Karangrejek, Siti Salami menyambut baik adanya semangat warga yang masih menjaga nilai-nilai kerukunan di lingkungan masing-masing. Ia menilai bahwa semangat gotong royong merupakan modal yang luar biasa dalam upaya menjaga kondusifitas wilayah dan mempererat persatuan antar warga.

“Sambatan merupakan bentuk kearifan lokal yang masih lestari di Karangrejek. Semoga hal ini dapat terus dipupuk untuk mewujudkan kerukunan antar warga yang adem ayem tentrem,” ujar Siti Salami, Pj. Lurah Karangrejek.

 

 

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar