Mengintip Jadah Woran, Kuliner Tradisional Khas Karangrejek

Operator Desa 03 Februari 2025 14:09:31 WIB

Karangrejek (SID)—Kuliner tradisional yang satu ini terbilang semakin langka. Terbuat dari bahan utama berupa ketan, makanan ini saat ini sudah sangat jarang ditemui di meja makan rumah tangga pada umumnya. Bahkan generasi kekinian pun dipastikan banyak yang tak mengerti akan jenis makanan ini.

Kuliner klasik itu ialah Jadah Woran. Pada zaman dahulu, makanan ini biasanya kerap disajikan ketika musim pertanian tiba, baik itu saat masa tanam padi maupun musim panen palawija.

“Sejak zaman saya masih kecil, jadah woran itu sudah ada. Dulu itu sudah termasuk mewah,” kata Giyem (68) dalam bahasa Jawa, warga Padukuhan Karangduwet 1, Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Senin (03/01/2025).

Dijelaskan oleh Mbah Welas (69), warga Padukuhan Karangduwet 2, jadah woran terbuat dari bahan ketan, kacang tholo (kacang merah), dan kelapa yang sudah diparut.

Cara pembuatan jadah woran, bahan ketan dibersihkan, lalu dimasak (dikaru) seperti memasak nasi. Setelah itu jadah ditambahkan kacang tholo secukupnya dan kelapa yang sudah diparut. Selanjutnya, dikukus sampai matang sekitar 30 menit.

Menurut Pj. Lurah Karangrejek, Siti Salami, jadah woran sampai saat ini memang masih cukup digemari oleh sebagian warga, terutama kalangan tua.

“Memang sejak puluhan tahun lalu jadah woran itu sudah ada di Karangrejek. Itu turun temurun sampai sekarang. Cuma memang sekarang sudah jarang yang buat,” tandasnya.

Ia mengakui bahwa cita rasa gurih membuat jadah woran masih menjadi kuliner favorit bagi sebagian orang. Makanan ini juga masih kerap tersaji dalam acara tradisi gumbregan.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar