Mbah Ngatirah 30 Tahun Bisnis Tempe Ndeso Bungkus Daun

Operator Desa 16 Januari 2025 16:03:57 WIB

Karangrejek (SID)—Kala itu Mbah Ngatirah masih tampak sedikit lemas karena habis terbangun dari istirahat siangnya. Wajahnya juga terlihat lesu karena lelah usai berdagang tempe dari warung ke warung.

Maklum saja, nenek berusia 60 tahun itu memang belum lama pulang dari jualan tempe keliling area Pasar Wonosari dan sekitarnya.

Siang itu suaminya, Mbah Mardi (64) dan putrinya juga tampak sibuk mengemas tempe di dapur. Produk tempe tradisional itu dikemas dalam bungkus daun dan kertas.

Mbah Ngatirah mengaku sudah memproduksi tempe sejak tahun 1980-an. Hingga kini produksi tempe yang dibuat secara tradisional itu masih eksis dan laris manis diminati pelanggan setia.

“Alhamdulillah, dagangan selalu habis. Banyak yang pesan juga, harga Rp 500/bungkus kecil. Kebanyakan langganan kita itu dari warung-warung makan dan bakul di Pasar Wonosari,” ucap Mbah Ngatirah di rumahnya Padukuhan Karangduwet 2, Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (16/01/2025).

Mbah Ngatirah bersama suami dan putrinya selalu sabar dan telaten mengemas produk tempe. Sebab mereka menyadari bahwa setiap usaha pasti memiliki pasang surut pendapatan.

“Rata-rata sehari kita buat tempe habis 10 kilogram kedelai, dengan pendapatan kotor antara Rp 400 ribu sampai Rp 500 ribu. Pesanan ramai itu pas musim hajatan, rasul dan lebaran, sehari bisa habis sampai 25 kilogram bahan,” imbuh Mbah Ngatirah yang juga anggota Kelompok Desa Prima Kalurahan Karangrejek.

Diperoleh informasi pula bahwa tempe Mbah Ngatirah ini juga merupakan salah satu Produk Unggulan Kalurahan Karangrejek. Kelebihan produk tempe ini lebih awet, bisa tahan sampai 4 hari belum membusuk (bosok). Selain itu ukuran tempe juga lebih besar dibanding produk tempe tradisional pada umumnya.

 

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar