Modal Kursus Sebentar, Mbak Isti Kini Hidup dari Mesin Jahit

Operator Desa 15 Januari 2025 01:58:12 WIB

Karangrejek (SID)—Meski hanya tamat SMP, Isti Arini (30) warga Padukuhan Karangsari, Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, DIY, kini hidup dari usaha jasa menjahit di rumahnya.

Berbekal kesabaran dan ketelatenan, saat ini usaha Mbak Isti semakin ramai. Tak hanya dari lingkungan Karangrejek, usaha jahit Mbak Isti kini merambah pasaran Kabupaten Gunungkidul.

“Untuk spesialisasinya saya itu sebenarnya jahit kebaya dan jahit kain batik. Tapi ada juga yang kesini itu untuk jahit seragam dan gamis. Pakaian pria juga bisa,” ujar Mbak Isti, Rabu (15/01/2025).

Usaha jahit Mbak Siti kini bisa meraup pendapatan kotor sekitar Rp 3 juta hingga Rp 4 juta per bulan. Namun demikian, besaran pendapatan itu juga naik turun sesuai dengan musimnya.

Awal mula bisa menjahit, Isti dulu hanya modal mengikuti kursus selama 1,5 bulan pada tahun 2014 silam. Kala itu ia hanya menggantikan posisi adiknya yang sudah terlanjur mendaftar kursus tapi tidak jadi ikut.

“Nah niat kepengen bisa dan mulai seneng jahit itu malah justru muncul pas ikut kursus itu. Akhirnya tahun 2015 saya memutuskan untuk buka usaha jahit,” ungkap wanita yang telah dikaruniai seorang putra itu.

Isti mengaku bercita-cita ingin mengembangkan keahlian dalam bidang usaha jahit kaos. Akan tetapi hal tersebut sampai saat ini belum kesampaian, karena terganjal modal mesin kaos yang harganya lumayan mahal mencapai puluhan juta rupiah.

“Untuk mesin jahit kita saat ini sudah ada 8 unit. Tenaga kerja kalau pas ramai order dibantu 2-3 orang,” tandasnya.

Komentar atas Modal Kursus Sebentar, Mbak Isti Kini Hidup dari Mesin Jahit

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar