Legendaris, Mbah Tuginem Selama 50 Tahun Setia Bikin Jenang

Operator Desa 10 Januari 2025 09:37:18 WIB

Karangrejek (SID)—Semangat Mbah Tuginem dalam memproduksi jenang masih terus menyala. Meski usianya sudah mencapai 70 tahun, namun ia masih tetap eksis memproduksi jenang di rumahnya.

Mbah Tuginem tinggal di Padukuhan Karangduwet 1, Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Setiap hari ia membuat aneka jenang mulai dari jenang grendul, jenang sunsum, jenang Ngangrang, dan jenang pathi.

Kulo damel jenang kawit tahun 1975. (Saya membuat jenang sejak tahun 1975),” kata Mbah Tuginem disela kesibukannya memproduksi jenang, Jumat (10/01/2025).

Dengan dibantu beberapa tenaga kerja dari keluarga dan tetangga, Mbah Tuginem biasanya memasak jenang sejak Subuh sekitar pukul 04.00 WIB. Setiap hari ia memproduksi ratusan bungkus jenang untuk dijual keliling oleh para tetangganya.

“Biasanya jenang dijual keliling ke wilayah sekitar Wonosari, Karangmojo, dan Ponjong. Cuma murah satu bungkus kecil Rp 3.000,” imbuh Mbak Iwas, salah seorang tenaga kerja yang juga bakul jenang keliling.

Mbah Tuginem rata-rata sehari mampu memproduksi jenang sekitar 250 - 300 bungkus menghabiskan bahan baku berupa beras, ketan, dan pathi sekitar 5 kilogram. Jika sedang ramai pembeli, ia mampu mengantongi omzet kotor sekitar Rp 400.000/hari.

Selain menjual secara keliling, Mbah Tuginem juga melayani pesanan ke instansi dan pesta hajatan.

Alhamdulillah niki pas enten pesenan jenang 4 jenis saking Playen. Bahane telas sekitar 12 kilo. (Alhamdulillah ini kebetulan sedang ada pesanan jenang 4 macam dari Playen. Bahannya habis sekitar 12 kilogram),” pungkasnya.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar