Brambang Istimewa, Spekulasi Mas Yuli Bakal Berbuah Manis

Operator Desa 07 Januari 2025 14:28:47 WIB

Karangrejek (SID)—Bertani brambang (bawang merah) itu butuh mental. Sebab berkecimpung di bidang pertanian juga membutuhkan keberanian dalam berspekulasi agar hasil panen maksimal dan meraup rupiah melimpah.

Demikian kata Tri Yuliantoro (40) petani warga Padukuhan Karangduwet 1, Kalurahan Karangrejek, Kapanewon Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Meski baru sekitar 2 tahun belajar menanam brambang, namun kondisi tanaman brambang milik Yuli, kini mulai jadi bahan perbincangan warga lantaran kualitasnya terbilang istimewa.

Maklum saja, menanam brambang di musim hujan memang tidak lazim dilakoni petani hortikultura pada umumnya. Hal ini karena rata-rata tanaman brambang akan sangat rentan terkena penyakit dan berujung gagal panen, bila terkena air hujan.

Yuli mengatakan bahwa pada musim hujan akhir November 2024 kemarin ia nekat menanam brambang di lahan seluas sekitar 1 hektar, dengan menghabiskan benih 90 kilogram.  

“Alhamdulillah kondisi tanaman brambang sampai hari ini, umur 40 hari, masih bagus dan tidak terkena penyakit. Semoga sampai panen besok juga tetap masih bagus dan bisa panen raya,” ucap Yuli, Selasa (07/01/2025).

Diakui bahwa menanam brambang di musim hujan memang membutuhkan perawatan yang lebih ekstra, dibanding saat musim kemarau.

Salah satunya dalam hal melakukan penyemprotan obat jamur, dilakukan hampir setiap hari. Untuk penyemprotan obat jamur itu, Yuli rela merogoh kocek hingga jutaan rupiah.

“Sampai sekarang saya sudah habis biaya komplit sekitar Rp 11 juta,” kata dia.

Diperoleh informasi pula bahwa Yuli pada tahun 2024 kemarin tergolong sukses panen brambang hingga laku dibeli bakul seharga Rp 40 juta.

Belum ada komentar atas artikel ini, silakan tuliskan dalam formulir berikut ini

Formulir Penulisan Komentar

Nama
Alamat e-mail
Kode Keamanan
Komentar